Bengkal, Agustus 2025 – Dalam rangka memperingati tradisi Saparan, warga Desa Bengkal melaksanakan kerja bakti susuk sungai yang dipusatkan di dua lokasi utama: Bendungan Kebokuning dan Bendungan Sidawe. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari masyarakat setempat yang bersemangat menjaga kelestarian lingkungan dan melestarikan budaya leluhur.
Susuk sungai merupakan tradisi membersihkan aliran sungai, yang biasanya dilakukan menjelang bulan Sapar dalam kalender Jawa. Tradisi ini bukan hanya bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan aliran air, tetapi juga menjadi bentuk ungkapan rasa syukur dan doa agar terhindar dari bencana serta diberi limpahan rejeki.
Kerja bakti ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, pemuda, hingga orang tua. Sejak pagi hari, warga sudah berkumpul dengan membawa peralatan seperti cangkul, sabit, dan alat pengangkat sampah. Mereka membersihkan lumpur, sampah, dan tumbuhan liar yang mengganggu aliran air di sekitar kedua bendungan.
Kepala Desa Bengkal, dalam sambutannya, mengapresiasi semangat gotong royong warganya. “Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian kita terhadap lingkungan dan tradisi. Semoga semangat ini terus terjaga dan menjadi contoh bagi generasi muda,” ujarnya.
Selain sebagai ajang kebersamaan, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Setelah kerja bakti selesai, warga bersama-sama menikmati hidangan tradisional yang dibawa secara gotong royong.
Tradisi susuk sungai ini diharapkan terus lestari sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal Desa Bengkal, sekaligus menjadi momen penting dalam menyambut bulan Sapar dengan hati yang bersih dan lingkungan yang terjaga.
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook